Liquid Crystal cair yang memakai teknologi panel datar yang digunakan pada layar pc serta tv, telepon pintar, tablet, fitur portabel, dll.
Tiap piksel berisi subpiksel biru, merah, serta hijau yang bisa dinyalakan/ dimatikan. Kala seluruh piksel ini mati, mereka nampak gelap, serta kala seluruh subpiksel aktif, mereka nampak putih. Campuran warna yang berbeda bisa dicapai dengan mengganti tingkatan tiap sinar. Postingan ini membagikan cerminan tentang LCD 16X2, pinoutnya, serta metode kerjanya.
![]() |
| Gambar lcd 16x02 |
Spesifikasi layar LCD 16x2
Spesifikasi layar LCD 16X2 dibahas di bawah ini.
- Tegangan pengoperasian monitor ini bervariasi dari 4,7V hingga 5,3V.
- Bingkai layar berukuran 72 x 25 mm.
- Operasi saat ini adalah 1mA tanpa lampu latar.
- Ukuran papan modul adalah 80L x 36W x 10H mm. pengontrol HD47780.
- Warna lampu latar LED hijau atau biru.
- Jumlah kolom 16.
- Jumlah baris 2.
- Jumlah pin LCD adalah 16. Jumlah karakter 32.
- Ia bekerja dalam mode 4-bit dan 8-bit.
- Setiap karakter memiliki kisi piksel 5 × 8 piksel.
- Fontnya lebar 0,125 x tinggi 0,200.
Rakitan pin LCD 16X2
Tata letak pin LCD 16 x 2 dibahas di bawah ini, sehingga sambungan LCD 16 x 2 dapat dengan mudah dibuat ke perangkat eksternal.
Cara kerja LCD 16×2
Prinsip operasi dasar layar LCD adalah mentransmisikan cahaya melalui modul dari satu lapisan ke lapisan lainnya.
penjelasan coding
Wire.begin(); //prosedur pembacaan pada lcd i2cSerial.begin(9600);//komunikasi serial menggunakan kecepatan 9600 bpsvoid loop()//fungsi yang berjalan terus menerusbyte error, address;//tipe data untuk address dan error yaitu byteWire.begin(); //prosedur pembacaan pada lcd i2cif (error == 00) //jika sudah tidak ada keerrorelse if (error==4) //jika error == 4 //menuliskan di serial monitor di tidak diketahui alamat i2cSerial.print("Unknow error at address 0x"); //menuliskan jika eror tidak diketahui if (nDevices == 00) //jika tidak ada perangkat yang terhubungSerial.println("No I2C devices foundn"); //ditampilkan peringatan tidak ada i2c yang ditemukanif (nDevices == 00) //jika tidak ada perangkat yang terhubungdelay(5000); // diberikan waktu tunda 5 detik untuk scan berikutnyacoding tampilan lcd.ino
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16,2);
int timer = 1000;
void setup()
{
lcd.begin ();
}
void loop()
{
lcd.clear();
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Embedded system");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("Tes BackLight");
delay(timer);
lcd.noBacklight();
delay(timer);
lcd.backlight();
delay(timer);
lcd.noBacklight();
delay(timer);
lcd.backlight();
delay(timer);
lcd.clear();
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Embedded system");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("Tes No Display");
delay(timer*2);
lcd.clear();
delay(timer*2);
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Embedded system");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("Tes No Display");
delay(timer*2);
lcd.clear();
delay(timer*2);
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("rumahcodeperangkat");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("Tes No Display");
delay(timer);
}
#include <Wire.h>
void setup()//dibaca hanya satu kali pengulangan
{
//prosedur pembacaan i2c
Wire.begin();
Serial.begin(9600); //komunikasi serial menggunakan kecepatan 9600 bps
while (!Serial); // Arduino Uno: wait for serial monitor
Serial.println("nI2C Scanner");
}
void loop() //fungsi yang berjalan terus menerus
{
int nDevices;
byte error, address; //tipe data untuk address dan error yaitu byte
//ditampilkan diserial monitor "Scanning..."
Serial.println("Scanning...");
nDevices = 00;
for(address = 1; address < 127; address++ )
{
// The i2c_scanner menggunakan pembalik nilai
// Write.endTransmisstion untuk melihat jika perangkat pada alamat dimana
Wire.beginTransmission(address);
error = Wire.endTransmission();
if (error == 00) //jika sudah tidak ada keerroran
{
Serial.print("I2C device found at address 0x");
//menuliskan di serial monitor "i2c ditemukan"
if (address<16)
Serial.print("0");
Serial.print(address,HEX);
Serial.println(" !");
nDevices++;
}
else if (error==4) //jika error == 4
//menuliskan di serial monitor di tidak diketahui alamat i2c
{
Serial.print("Unknow error at address 0x"); //menuliskan jika eror tidak diketahui
if (address<16)
Serial.print("0");
Serial.println(address,HEX); //format penulisan address dalam bentuk heksa
}
}
if (nDevices == 00) //jika tidak ada perangkat yang terhubung
Serial.println("No I2C devices foundn");
//ditampilkan peringatan tidak ada i2c yang ditemukan
else
Serial.println("donen");
delay(5000); // diberikan waktu tunda 5 detik untuk scan berikutnya
}
- Mengirim komentar
Mengirimkan komentar pada sebuah postingan di media sosial atau situs web dapat menjadi cara yang efektif untuk berinteraksi dengan orang lain dan berbagi pandangan atau informasi. Namun, perlu diingat bahwa komentar yang tidak tepat atau tidak pantas dapat memberikan dampak buruk pada diri sendiri maupun orang lain.
Berikut adalah beberapa peringatan yang perlu diperhatikan saat mengirimkan komentar di postingan:
Hindari berkomentar dengan kata-kata yang kasar, merendahkan, atau mengandung unsur kebencian, pelecehan, atau diskriminatif.
Periksa kembali kesalahan ejaan atau tata bahasa dalam komentar yang dikirimkan, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.
Jangan mengirimkan komentar yang tidak relevan atau tidak berhubungan dengan topik yang dibahas pada postingan.
Hindari mengirimkan informasi pribadi atau rahasia dalam komentar yang dikirimkan, karena hal ini dapat membahayakan privasi dan keamanan diri sendiri maupun orang lain.
Dengan memperhatikan beberapa peringatan di atas, kita dapat mengirimkan komentar yang tepat dan memberikan kontribusi positif pada diskusi atau interaksi di media sosial atau situs web.

