Aku ucapkan selamat, karena kamu telah bertahta dikerajaan yang semula aku tempati. Rajamu menyajikan hunian yang nyaman bukan? Begitulah iya selalu mengusahakan yang terbaik untuk permaisurinya. Ketahuilah, sekarang aku sudah lebih ikhlas dengan mencoba membolak-balikkan hati. Hingga sampai dititik rela, sebab kenyataannya aku dan dia tidak bisa bersama. Semesta lebih memilihmu untuk mendampinginya. Mbaa bagaimana kabar dia? Maaf jika aku masih sering merindukannya. Tetapi tenang saja, tidak akan pernah aku ganggu hubungan kalian. Sekarang aku benar-benar tidak tau kondisinya karna kami tidak lagi saling sapa meski hanya lewat media, apalagi berjumpa.
Aku mempercayakan dia padamu, tolong dijaga, aku selalu berdoa jika perempuan yang dipilihnya adalah orang yang tepat. Aku berharap kamu orangnya, dia sering melupakan makan, kasih tau untuk selalu menjaga kesehatannya.
Jangan selalu mendesak kabar jika dia sedang pusing dan ada masalah. Biarkan dia melakukan apa yang dia mau, jangan lakukan apa yang tidak dia suka. Ketika dia lagi ada masalah biarkan dia pergi dengan teman-temannya sembari menghilangkan penat dan beban yang lagi dihadapi. Kamu hanya perlu memastikan bahwa kehadiran kamu jangan menambah beban hidupnya. Jangan suka menuduhnya jika tidak ada bukti, maka dia akan marah. Kamu harus percaya sama dia, Aku harap kamu tidak terlalu cemburuan. Sebab mendampinginya teramat berat dengan mood dan perubahan sikapnya yang tarik ulur. Dia butuh perempuan yang bisa memahaminya, perempuan yang sabarnya melebihiku, perempuan baik dan lebih segalanya dariku. Perempuan yang bisa membuat dia bahagia, dan tidak pernah membuatnya rugi tentang hal apapun itu.
Dan semoga perempuan itu


